Hati-hati Tarik Ulur Penunjukan Menteri Keuangan Baru

Media Monitoring Service
Cubic Centra Indonesia
http://www.cc-indonesia.com

POLITIK Indonesia dikejutkan oleh mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bukan karena menyanjung-nyanjung, tetapi banyak pihak telah mengakui bahwa menteri yang satu ini dinilai berhasil dalam menerapkan kebijakan keuangan di Indonesia. Mereformasi Departemen Keuangan, mencari kiat baru dalam memperoleh pajak, mereformasi birokrasi di tingkat bawahan adalah beberapa prestasi yang mampu ditorehnya. Itulah yang membuat dia sampai dua kali menduduki jabatan strategis di Indonesia, dalam usia yang masih muda.

Bahwa Sri Mulyani dipakai oleh Bank Dunia sebagai staf eksekutif, ini merupakan sebuah kewajaran saja. Prestasinya memang diakui internasional. Majalah Forbes yang cukup berpengaruh secara internasional, menempatkannya pada posisi ke-23 sebagai wanita paling berpengaruh di dunia. Prestasi ini membanggakan. Tidak banyak yang mampu menorehkan prestasi seperti itu. Gampangnya saja, kalaupun dia dipecat, itu sungguh-sungguh tidak bermasalah baginya karena pasti akan ada lembaga internasional yang akan ''memungutnya''.

Banyak pejabat tinggi Indonesia yang menyayangkan mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Darmin Nasution, mantan petinggi Bank Indonesia, dalam sebuah wawancara dengan wartawan media massa, menyebutkan kita harus introspeksi diri dengan mundurnya Menteri Keuangan tersebut. Tentu kalimat tersebut mempunyai makna macam-macam. Artinya mundurnya Menteri Keuangan ini mengindikasikan disebabkan oleh tingginya tensi politik Indonesia saat ini. Ia dipandang menjadi korban pusaran politik. Tetapi bisa juga diartikan bahwa mundurnya itu akan berpotensi menciptakan polemik berkepanjangan di Indonesia nanti. Polemik itu paling tidak terhadap sosok yang akan menempati pos yang baru ini.

Pengusaha-pengusaha besar dan mempunyai jalinan hubungan dengan luar negeri, pastilah menginginkan pengganti Sri Mulyani adalah orang yang mempunyai kapasitas dan orientasi kebijakan moneter minimal sama dengan Sri Mulyani. Dunia internasional yang membantu sistem perekonomian Indonesia juga akan mempunyai pandangan demikian.

Akan tetapi, mereka-mereka yang mempunyai prinsip ekonomi kerakyatan, akan mempunyai pandangan lain. Mereka tentu akan berjuang untuk menolak orang-orang yang mempunyai visi seperti Sri Mulyani dan berupaya mencari sosok yang berpandangan ekonomi kerakyatan. Dilihat dari wacana media massa dalam beberapa bulan terakhir, tokoh-tokoh pro-ekonomi kerakyatan banyak yang berkedudukan dan berpengaruh di parlemen (DPR). Kondisi inilah yang kita khawatirkan. Akan tercipta peluang tarik ulur dan tarik pengaruh dalam menentukan sosok menteri keuangan nanti. Kita jelas tidak ingin negara ini hanya diombang-ambingkan oleh isu-isu demikian, tanpa arah dan juntrungan yang pasti.

Negara harus secepatnya mempunyai kelengkapan agar jalannya pemerintahan bisa terjamin. Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga telah mengatakan bahwa tidak mungkin ada jabatan rangkap untuk menteri keuangan ini. Pernyataan ini tentu harus kita benarkan, sebab sangatlah tidak mungkin konsentrasi terpecah untuk urusan sestrategis menteri keuangan. Apalagi di tengah reformasi keuangan (terutama perpajakan) yang kini sedang digalakkan Indonesia.

Dengan konteks demikian, mau tidak mau Presiden mempunyai tantangan besar saat ini. Tidak boleh ada polemik berkepanjangan dalam memilih menteri keuangan. Tidak boleh pula ada bargaining politik dalam menentukan sosok menteri keuangan karena ini jabatan yang sangat strategis. Presiden haruslah menggunakan hak prerogatifnya untuk memilih menteri keuangan tanpa pengaruh pihak-pihak tertentu, karena akan sangat berpengaruh bagi perkembangaan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Meski Sri Mulyani telah mundur dari jabatan menteri dan banyak disesalkan orang, tetapi kita juga bangga karena telah ada putri Indonesia menduduki jabatan strategis di lembaga internasional Bank Dunia. Mungkin dari sinilah Sri Mulyani akan berjuang untuk membela negara.

0 Response to "Hati-hati Tarik Ulur Penunjukan Menteri Keuangan Baru"

Post a Comment

Powered by Blogger