Pemerintah Pusat Siap Subsidi Proyek Air Minum Umbulan

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance,Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com


ARTICLE CLIPPINGS

Media : Investor Daily

Date : Monday, February 08, 2010

Page : 19

Tone : Neutral

Position : Left-Center

Section : Infrastructure & Transportations


Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap memberikan subsidi kepada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah Swasta (KPS) di wilayah Umbulan, Jawa Timur (Jatim). Subsidi diberikan atas dasar pertimbangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah tersebut sangat membutuhkan air minum.

Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, subsidi bisa diberikan ke­pada proyek jenis apa pun apabila memang sasarannya adalah meri ngankan beban masyarakat, bukan investor atau pemerintah daerah (pemda). Konsep subsidi juga dibo­lehkan dalam Perpres 67/2005 yang mengatur kerja sama pemerintah dengan badan usaha dalam penye­diaan infrastruktur, khususnya pro­yek proyek yang memiliki nilai eko­nomi sangat baik, tetapi kelayakan komersialnya kurang.

"Kami tak keberatan untuk berikan

subsidi. Jadi, silakan Pemprov Jatim menghitung dulu cosEnya, lalu pemerintah menutupi kekurangannya," ujar dia, di Jakarta, Jumat (5/2).

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengatakan, proyek SPAM Umbulan tak diminati para investor karena dinilai kurang menguntungkan dari sisi bisnis. Berdasar hasil audit tim independen dari Australia, untuk membangun pipa utama dari Pasuruan hingga Surabaya saja dibutuh kan dana Rp 1,5 triliun. Jumlah tersebut akan naik jika ditambah dengan jaringan distribusi ke pelanggan, sehingga totalnya dibutuhkan Rp 2,4 triliun.

"Investasi yang harus dikeluarkan investor untuk menggarap proyek tersebut terlalu besar dart tidak se banding dengan tarif yang mungkin akan diberlakukan," jelasnya.

Dengan modal investasi sebesar Rp 2,4 triliun, maka tarif air minum yang harus dibayarkan konsumen men­

capai Rp 10.000 per m3, padahal kemampuan masyarakat hanya Rp 3.000 - 4.000 per m3. Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jatim mengharapkan pemerintah pusat mau menyubsidi proyek tersebut terutama untuk pembangunan pipa distribusi primer, sehingga SPAM Umbulan bisa menguntungkan dari segi komersial.

"Kalau pemerintah menyubsidi, bisa jadi malah proyek tersebut tidak harus ditawarkan ke investor swas­ta, namun cukup dikelola sendiri oleh Pemprov Jatim melalui BUMD," tutur Syaifullah.

Dengan adanya subisidi pem­bangunan pipa distribusi primer, tarif air minum kepada pelanggan bisa ditekan hingga menjadi Rp 5.000 - 6.000 untuk setiap m3. Bila dikelola BUMD, Syaifullah yakin tarif tersebut masih bisa ditekan menjadi hanya Rp 4.000 per m3. "Dengan tarif Rp 4.000, kami yakin pelanggan akan banyak yang berminat," te­gasnya.

0 Response to "Pemerintah Pusat Siap Subsidi Proyek Air Minum Umbulan"

Post a Comment

Powered by Blogger